Home » All posts
Dingin Rindu
- on 08.14.00
- No comments
Ku hitung setiap rintik hujan
Yang jatuh menghujam hening hati
Sepi sunyi tanpa mentari
Kelam kelabu awan tak ingin ku tersenyum
Yang jatuh menghujam hening hati
Sepi sunyi tanpa mentari
Kelam kelabu awan tak ingin ku tersenyum
Siapa yang kan dengar ceritaku ????
Sementara aku tergulung angin musim
Meringkuk dalam dingin kerinduan
Meski sekejap, aku ingin melihat mentari
Sementara aku tergulung angin musim
Meringkuk dalam dingin kerinduan
Meski sekejap, aku ingin melihat mentari
Menunggu Waktu
- on 11.20.00
- No comments
Tiada yang dapat ku lakukan
Hanya menghitung setiap jengkal langkah ku
Terus menjauh di ujung waktuku
Menunggu akhir kisah menjemputku
Aku tak ingin ini terjadi
Aku ingin waktu berhenti sekarang
Biar ku selalu bersama mereka, bersamanya
Sampai Ujung usia
Meski itu takkan terjadi, kawan
Tiada kan mungkin ku melupakan senyumu, senyum nya, senyum mereka
Bagaimana ia mengulurkan tangannya dan tegakkanku
Di kala aku hampir terjatuh
Raga tak kan selamanya bersama
Tapi sukma ku kan selalu memanggil namamu,namanya, nama mereka
Yang mengisi hariku
Yang ada di suka ku, di dukaku, juga di kesahku
Aku tak tahu apakah aku bisa
Melepas semua ini
Aku tak mau,
Aku masih ingin
KARENA KAMU, DIA, DAN MEREKA TAKKAN TERLUPA MESKI KAMU, DIA, MEREKA MELUPAKANKU
IT'S WILL BE REMAIN IN MY HEART, IN MY MIND, AND IN MY SOUL
Hanya menghitung setiap jengkal langkah ku
Terus menjauh di ujung waktuku
Menunggu akhir kisah menjemputku
Aku tak ingin ini terjadi
Aku ingin waktu berhenti sekarang
Biar ku selalu bersama mereka, bersamanya
Sampai Ujung usia
Meski itu takkan terjadi, kawan
Tiada kan mungkin ku melupakan senyumu, senyum nya, senyum mereka
Bagaimana ia mengulurkan tangannya dan tegakkanku
Di kala aku hampir terjatuh
Raga tak kan selamanya bersama
Tapi sukma ku kan selalu memanggil namamu,namanya, nama mereka
Yang mengisi hariku
Yang ada di suka ku, di dukaku, juga di kesahku
Aku tak tahu apakah aku bisa
Melepas semua ini
Aku tak mau,
Aku masih ingin
KARENA KAMU, DIA, DAN MEREKA TAKKAN TERLUPA MESKI KAMU, DIA, MEREKA MELUPAKANKU
IT'S WILL BE REMAIN IN MY HEART, IN MY MIND, AND IN MY SOUL
Pernah Berpikir
- on 12.53.00
- No comments
Pernah berpikir, untuk segera meninggalkanmu
Tapi waktu mengajarku bagaimana menyayangmu
Menerimamu sepenuh hatiku
Meski awal ku menyangkal
Pernah berpikir, untuk mundur dan menjauh
Awalnya tak seprti yang ku harapkan
Ku pikir kau tak kan memberi arti
Tapi waktu yang menuntunku sampai di sini
Aku tak sadar aku di sini
Aku tak sadar telah menapakkan kakiku
Dan aku masih tak sadar akan semua itu
Yang kusadari justru kebimbanganku
Ternyata semua itu salah
Ternyata kau tak seperti yang kukira awalnya
Ragu dan bimbang perlahan telah memudar
Terlarut oleh embun pagi, di saat aku terjaga
Angin mengirimkan dia kepadaku
Yang mengajarku bagaimana aku seharusnya
Dia satu yang terindah
Satu yang tak terlupa
Kini saat ku sadar
Bahwa aku sungguh mencintaimu
Kau lah yang mengisi catatanku
Sadar pula bahwa itu adalah terlambat
Tapi yakinlah
Bahwa sepenuhnya aku telah mencintaimu
Segenap hatiku menerimamu
Dan kini awan mengukirkan namamu
Aku sunguh cinta Kamu, SMART SCHOOL
Tapi waktu mengajarku bagaimana menyayangmu
Menerimamu sepenuh hatiku
Meski awal ku menyangkal
Pernah berpikir, untuk mundur dan menjauh
Awalnya tak seprti yang ku harapkan
Ku pikir kau tak kan memberi arti
Tapi waktu yang menuntunku sampai di sini
Aku tak sadar aku di sini
Aku tak sadar telah menapakkan kakiku
Dan aku masih tak sadar akan semua itu
Yang kusadari justru kebimbanganku
Ternyata semua itu salah
Ternyata kau tak seperti yang kukira awalnya
Ragu dan bimbang perlahan telah memudar
Terlarut oleh embun pagi, di saat aku terjaga
Angin mengirimkan dia kepadaku
Yang mengajarku bagaimana aku seharusnya
Dia satu yang terindah
Satu yang tak terlupa
Kini saat ku sadar
Bahwa aku sungguh mencintaimu
Kau lah yang mengisi catatanku
Sadar pula bahwa itu adalah terlambat
Tapi yakinlah
Bahwa sepenuhnya aku telah mencintaimu
Segenap hatiku menerimamu
Dan kini awan mengukirkan namamu
Aku sunguh cinta Kamu, SMART SCHOOL
Kuda Lumping
- on 18.55.00
- No comments
Tari kuda lumping, yang hingga kini masih tumbuh berkembang di banyak kelompok masyarakat di nusantara. Tarian tradisional yang dimainkan secara ”tidak berpola” oleh rakyat kebanyakan tersebut telah lahir dan digemari masyarakat, khususnya di Jawa, sejak adanya kerajaan-kerajaan kuno tempo doeloe. Awalnya, menurut sejarah, seni kuda lumping lahir sebagai simbolisasi bahwa rakyat juga memiliki kemampuan (kedigdayaan) dalam menghadapi musuh ataupun melawan kekuatan elite kerajaan yang memiliki bala tentara. Di samping, juga sebagai media menghadirkan hiburan yang murah-meriah namun fenomenal kepada rakyat banyak.
Kini, kesenian kuda lumping masih menjadi sebuah pertunjukan yang cukup membuat hati para penontonnya terpikat. Walaupun peninggalan budaya ini keberadaannya mulai bersaing ketat oleh masuknya budaya dan kesenian asing ke tanah air, tarian tersebut masih memperlihatkan daya tarik yang tinggi. Hingga saat ini, kita tidak tahu siapa atau kelompok masyarakat mana yang mencetuskan (menciptakan) kuda lumping pertama kali. Faktanya, kesenian kuda lumping dijumpai di banyak daerah dan masing-masing mengakui kesenian ini sebagai salah satu budaya tradisional mereka. Termasuk, disinyalir beberapa waktu lalu, diakui juga oleh pihak masyarakat Johor di Malaysia sebagai miliknya di samping Reog Ponorogo. Fenomena mewabahnya seni kuda lumping di berbagai tempat, dengan berbagai ragam dan coraknya, dapat menjadi indikator bahwa seni budaya yang terkesan penuh magis ini kembali ”naik daun” sebagai sebuah seni budaya yang patut diperhatikan sebagai kesenian asli Indonesia.
Dipecut, Makan Beling dan Semburan Api
Jika dilihat dari keseluruhan permainan kuda lumping, bunyi pecutan yang tiada henti mendominasi rangkaian atraksi yang ditampilkan. Agaknya, setiap pecutan yang dilakukan oleh sipenunggang terhadap dirinya sendiri, yang mengenai kaki atau bagian tubuhnya yang lain, akan memberikan efek magis. Artinya, ketika lecutan anyaman rotan panjang diayunkan dan mengenai kaki dan tubuhnya, si penari kuda lumping akan merasa semakin kuat, semakin perkasa, semakin digdaya. Umumnya, dalam kondisi itu, ia kan semakin liar dan kuasa melakukan hal-hal muskil dan tidak masuk diakal sehat manusia normal.
Semarak dan kemeriahan permainan kuda lumping menjadi lebih lengkap dengan ditampilkannya atraksi semburan api. Semburan api yang keluar dari mulut para pemain lainnya, diawali dengan menampung bensin di dalam mulut mereka lalu disemburkan pada sebuah api yang menyala pada setangkai besi kecil yang ujungnya dibuat sedemikian rupa agar api tidak mati sebelum dan sesudah bensin itu disemburkan dari mulutnya. Pada permainan kuda lumping, makna lain yang terkandung adalah warna. Adapun warna yang sangat dominan pada permaian ini yaitu; merah, putih dan hitam. Warna merah melambangkan sebuah keberanian serta semangat. Warna putih melambangkan kesucian yang ada didalam hati juga pikiran yang dapat mereflesikan semua panca indera sehingga dapat dijadikan sebagai panutan warna hitam.
Sebagai sebuah atraksi penuh mistis dan berbahaya, tarian kuda lumping dilakukan di bawah pengawasan seorang ”pimpinan supranatural”. Biasanya, pimpinan ini adalah seorang yang memiliki ilmu ghaib yang tinggi yang dapat mengembalikan sang penari kembali ke kesadaran seperti sedia kala. Dia juga bertanggung-jawab terhadap jalannya atraksi, serta menyembuhkan sakit yang dialami oleh pemain kuda lumping jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan dan menimbulkan sakit atau luka pada si penari. Oleh karena itu, walaupun dianggap sebagai permainan rakyat, kuda lumping tidak dapat dimainkan oleh sembarang orang, tetapi harus di bawah petunjuk dan pengawasan sang pimpinannya.
Perlu Terus Dipelihara dan Dikembangkan
Secara garis besar, begitu banyak kesenian serta kebudayaan yang ada di Indonesia diwariskan secara turun-menurun dari nenek moyang bangsa Indonesia hingga ke generasi saat ini. Sekarang, kita sebagai penerus bangsa merupakan pewaris dari seni budaya tradisional yang sudah semestinya menjaga dan memeliharanya dengan baik. Tugas kita adalah mempertahankan dan mengembangkannya, agar dari hari ke hari tidak pupus dan hilang dari khasanah berkesenian masyarakat kita.
Satu hal yang harus kita waspadai bahwa Indonesia masih terus dijajah hingga sekarang dengan masuknya kebudayaan asing yang mencoba menyingkirkan kebudayaan-kebudayaan lokal. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa bangkitlah bersama untuk mengembalikan kembali kebudayaan yang sejak dahulu ada dan jangan sampai punah ditelan zaman modern ini. Untuk itu, kepada Pemerintah dan masyarakat diharapkan agar secara terus-menerus menelurusi kembali kebudayaan apa yang hingga saat ini hampir tidak terdengar lagi, untuk kemudian dikembangkan dan dilestarikan kembali nilai-nilai kebudayaan Indonesia. sumber http://www.explore-indo.com/budaya/198-kuda-lumping-kesenian-tradisional-indonesia-bernuansa-magis.html
